![]() |
Forever Student (IG @amandatasning) |
Untuk saat ini, saya sudah cukup bisa memahami kebutuhan fisik saya dan juga spiritual lewat yoga. Bukan usaha sebentar, tapi mengenal diri sendiri bertahun-tahun memberikan cukup rasa legowo, dan juga soal penerimaan diri tanpa perlu validasi orang lain. Salah satu guru yoga yang saya ikuti kelasnya selama dua tahun terakhir adalah Amanda. Saya pertama kali ikut kelas dia saat yoga marathon sebagai kelas praktik dari rangkaian Dini Yoga Teacher Training lalu dalam beberapa obrolan ternyata beberapa irisan ada dalam kehidupan sosial kami, termasuk bekerja di gedung Aksara. Amanda di Ganara saya di Kinosaurus. Jadilah semakin sering bertemu dan semakin rajin ikut kelasnya. Bisa dibilang, kelas Amanda ini 'pedas pedas nikmat'. Fokusnya di core yang membuat perut bergetar, namun di akhir sesi pasti rasa nagih itu muncul. Jadi lupa kalau hampir sembilan puluh menit sebelum savasana (pose akhir relaksasi) kami sekelas dihajar latihan yang menguras keringat dan memicu kardio.

barre, mat pilates dan lainnya. "Breathe tutup. Tapi kita coba buka kelas online yang unlimited buat member". Kelas Breathe At Home, mematok harga Rp 300.000 saja sebulan untuk akses tidak terbatas dengan dua kelas setiap harinya. Sistemnya juga dibagi rata untuk guru-guru yang mengajar jadi semua bisa kebagian. "Kalau pekerja studio lainnya gimana?" tanya saya. Amanda dan rekan bisnisnya di Breathe tetap mencoba mempekerjakan cleaner dan staff finance selama studio tutup. "Bersih-bersih studio tetep aja ada, kan berdebu kalau kelamaan ditinggal ya" ujar ibu dua anak ini. "Breathe ini sebenarnya baru aja naik lho, dan bisa dibilang incomenya lagi peak. Terus kita harus hadapi ini semua, yaudah mau gimana? Yang penting masih bisa ada pemasukan deh!"lanjutnya.
Amanda mengajar di hampir lima studio berbeda di Jakarta. Situasi PSBB yang menyebabkan semua studio tutup tidak membuat kesibukannya terhenti. "Buka online class gini enak juga lho! Jadi gue ngajar sambil liatin anak gue ada di mana. Selama ini gue ngajar kan ngejar waktu, pindah sana sini. Nyetir sendiri atau naik MRT dan ojek. Sekarang jadi 24 jam di rumah, ngajar tetap jalan dan bisa tetep deket sama anak-anak". Ternyata perks lain dari situasi karantina di Jakarta yang selama ini macet membuahkan berkat juga. Ditanya apa hal baru yang ia ketahui dari anaknya selama terus menerus mendampingi anaknya yang mulai pre-school belajar, jawabnya "Ternyata anak gue yang gede, harus banget diliatin kalo belajar. Kalo gak dia bisa ketiduran! Gurunya kan lewat internet jadi gak bisa bangunin dia kan?". Untungnya juga Amanda mengaku punya support system yang mendukung, meskipun dekat dengan anak-anak ia tetap bisa meninggalkan mereka ketika harus mengajar 1-2 jam dalam sehari. Untuk Amanda penting juga punya sedikit me-time, walau terbatas "Kalo gak, seharian di rumah sama orang yang sama selama 24 jam bisa bikin berantem lho!"kelakarnya.


** Amanda mengajar yoga dengan style Ashtanga dan Vinyasa di Breathe dan beberapa studio lainnya. Ia juga mencoba peruntungan dengan menjual cemilan khas Australia di akun Slice sembari mendukung bisnis sang suami Po Noodle Bar.
No comments:
Post a Comment